Blogroll

Senin, 27 Mei 2013

Trip Around South of Sulawesi

As always nyangkut di draft, late post deh. hahahha

November tahun lalu, tepatnya kapan aku lupa, dua orang teman di hari yang sama dan hanya berbeda waktu sepersekian menit tiba-tiba chating ngajakin ngetrip. Yang satu  bilang "air asia lagi promo ke makasaar 10rb pp, yuk". Yang satu lagi bilang "tante, duel trip makassar yuk". Siapa sih yang gak seneng diajak jalan-jalan? Ditambah lagi moto tahun ini adalah "diyana on vacation", ahahahah dan akupun mengiyakan ajakan mereka.Berburulah mereka tiket promo tersebut.. . Daannnn, yeeaaahhhh we've got it!
3 tiket pulang pergi jakarta-makassar-jakarta  berangkat tanggal 30 maret dan pulang tanggal 2 april 2013. Bisa kalian bayangkan gimana rasanya dapet tiket pesawat pulang pergi dengan harga RP.10.000? So amazing dan yang pasti percaya gak percaya kan. Aku sih gak ikut-ikutan dalam perburuan tiket tersebut, tau-tau udah dapet aja. muehehehe, perkenalkan temenku si promo hunter @widiastiulet dan @rizazal ;)

our tickets

Berbulan-bulan menanti , sempet galau gak jadi berangkat gegara mau resign dari kerjaan. Gakan punya uanglah, ini lah itu lah banyak yang harus difikirin kalo emang bener-bener jadi berangkat. Secara bukan perjalanan deket doang, Sulawesi guys please ! Cerita ke ibu sama bapak dan mereka nyaris gak percaya denger nominal harga tiketnya. Tapi untunglah mereka mengizinkan dan gak banyak larang-larang. Dan ternyata emang dasar rezeki, resign gak di acc dan gaji naik. Alhamdulillah, jadilah trip kali ini :D.  Akhirnya hari H pun tiba, sayang si promo hunter widi gak jadi ikut dikarenakan doi baru aja melangsungkan pernikahan (ada di postingan sebelumnya). And finally, aku ajak aja si ayam kate alias @nurulasnah buat gabung ke trip kita.

Pesawat take off jam 06.45 WIB, setelah shalat subuh Aku dan Nurul berangkat dari kosan menuju bandara. Udah janjian sama Ijal dan temennya yang ternyata gabung sama trip kita, namanya A benny. FYI aja nih ya, ini baru pertama kalinya aku naik pesawat omaygaaatttt. Baru di usia menjelang 21 tahun kali pertama naik burung besi itu, wkwkwkwk. Dulu sempet sering minta ikut ke Bapak kalo pas lagi tugas di luar pulau buat ikut naik pesawat doang, yakali disangka mau jalan-jalan apayak haha (intermezo). Dan setelah selesai check in kita menuju ruang tunggu, jam setengah tujuh kurang kita udah masuk ke pesawat. Perjalanan Jakarta-Ujung Pandang itu kurang lebih sekitar 2,5jam. Sekitar jam setengah 10 waktu setempat burung besi itu mendarat di Bandara Sultan Hassanudin, welcome  Makassar :)

Sesuai itinerary yang udah kita buat, selama 4 hari kita bakalan mengitari Sulawesi Selatan. Dan destinasi pertama adalah Pulau Samalona. Salah satu pulau dari gugusan kepulauan spermonde ini cukup banyak diminati wisatawan, terbukti dengan banyaknya catatan perjalanan yang dimuat di blog para traveller dan backpacker. Pulau Samalona termasuk ke dalam wilayah Kota Makassar, tepatnya di kecamatan Ujung Pandang, Sulawesi Selatan. Menurut informasi, disekitaran Pulau Samalona ini terdapat kapal yang karam peninggalan Perang Dunia ke-II yang sekarang menjadi tempat tinggal para biota laut. Mungkin ini salah satu yang menyebabkan pemandangan bawah laut di Pulau samalona menjadi lebih beraneka ragam dan menjadi daya tarik tersendiri. Tidak jauh dari Pulau Samalona ada Pulau Kodingareng Keke, sedikit lebih kecil dan lebih sepi dibandingkan Pulau Samalona.

Benteng Fort Rotterdam

Day 1. Perjalanan dari bandara menuju Pulau Samalona kurang lebih 1 jam. Sekitar 30 menit sampai di pelabuhan dengan menggunakan taxi, ongkos sekitar RP. 80.000. Dilanjut kurang lebih 30 menit dengan menggunakan kapal, tarif per kapal itu sekitar RP. 300.000, harus pinter nawarnya aja sih sama Daeng yang narik kapal nya. Letak pelabuhan dekat dengan Benteng Fort Rotterdam, atau Benteng Ujung Pandang. Di kompleks Benteng Ujung Pandang kini terdapat Museum La Galigo yang di dalamnya terdapat banyak referensi mengenai sejarah kebesaran Makassar (Gowa-Tallo) dan daerah-daerah lainnya yang ada di Sulawesi Selatan. Sebagian besar gedung benteng ini masih utuh dan menjadi salah satu objek wisata di Kota Makassar. Puas menikmati keindahan Pulau Kodingareng Keke dan Pulau Samalona, kami bersiap melanjutkan perjalanan. Destinasi selanjutnya adalah Tana Toraja. Sebelum menuju terminal, kami menyempatkan mengunjungi Pantai Losari, sebenernya gak ke Losari juga sih soalnya cuman mampir bentar makan pisang epek dan ikut shalat di masjid terapung. Losari merupakan  icon  Kota Makassar. Katanya gak ke Makassar kalo gak ke Losari, jadi kita? Ah sudah lah. Sesuai jadwal, kita sengaja mengambil jam malam untuk pergi Toraja, soalnya perjalanan kesana cukup memakan waktu, 9 jam. Macem perjalanan jakarta-Jogja pake kereta ekonomi aja yak. Bisnya mancap banget, kursinya empuk, sanggahan buat kakinya agak panjang dan ada selimutnya haha. pokoknya nyaman banget buat bobo deh ;)

Pulau kodingareng keke

full team kodingareng samalona island

City Of Makassar dan masjid terapung Losari

Day 2. Sampai di Tana Toraja sekitar jam 05.00 WITA, langsung cari warung buat sarapan dan masjid sekalian bersih-bersih. Kemudian pergi ke tempat penyewaan motor. Kita berempat ditambah satu travelmate dari Kalimantan, Fredy, memulai perjalanan di Tana Toraja. Tujuan pertama adalah Kete Kesu.Merupakan salahsatu tempat wisata yang terdapat rumah adat Toraja, yaitu Rumah Tongkonan. Masuk ke bagian dalam terdapat makam di dalam goa, yang hanya bersisa tulang belulang rangka manusia. Ditemani  dua orang anak kecil penduduk setempat kita dijelaskan mengenai sejarah Kete Kesu dan segala yang ada di dalamnya tersebut.Katanya, sekitaran Bulan Juni disini selalu ada acara gitu deh. Semacam perayaan upacara adat, potong kerbau, babi dll. Next time kemari lagi deh. Selanjutnya adalah Batu Lemo, sekitar 15 menit dengan menggunakan sepeda motor dari Kete kesu. Kuburan di atas bebatuan dengan boneka di bentuk menyerupai jenazah bernama Tau-Tau. Hanya dua tempat itu yang sempat kita singgahi di Tana Toraja, sepeda motor yang disewa Ijal dan Aku ternyata tidak mendukung kita untuk melakukan perjalanan ke banyak tempat. Dua kali ban bocor dan tidak ada tempat tambal ban, alhasil dua kali pula ganti ban dalem (bangkar), sabar ya Jal :)

Kete Kesu

Bersama guide cilik dan tulang belulang

Batu Lemo

Di Tana Toraja harus selektif memilih makanan, susah cari masakan halal yang ada kebanyakan masakan babi dan anjing. Selepas istrahat di masjid terdekat, shalat dan yang pasti makan duren (hahahhaha) kita berempat cari tempat karaoke. (jauh-jauh ke Toraja yang di cari tempat karaoke juga). Dan berhasillah kita terdampar di Christo Cafe and Karaoke. Kalo nanti ada temen-temen yang baca tulisan ngawur gue ini dan ngetrip ke Toraja jangan lupa mampir ke tempat ini, sumpeh deh ownernya baek banget. Mama sama Papa Christo welcome banget sama para tamu, makanan yang dijual juga halal semua. Dan yang pasti disini tuh surga banget buat para traveler yang fakir charger, karena di cafe ini tuh banyak banget colokan buat ngecharge Hp wkwkwkkwkwk. Dan ini kali pertama kita berempat mandi di cafe, Mama Christo mempersilakan kita memakai kamar mandi cafe buat bersih-bersih, baik banget gak sih ? Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian :). Selepas isya kita berempat pamit, bis yang akan membawa kita kembali ke Makassar berangkat jam 20.00. Berbekal obat anti mabok yang berfungsi sebagai obat tidur gue berhasil terlelap selama perjalanan, gak kira2 dari jam sembilan malem gue baru kebangun pas subuh, gak nyampe 15menit sebelum akhirnya kita turun dari bis, gokil jadi bangke.

Day 3. Tujuan selanjutnya adalah Pulau Bira. Turun dari bis brb langsung naik taxi menuju terminal Malangkeri. Disana kita bakalan naik bis lagi menuju Bulukumba, tanjung Bira. Nyampe di Malangkeri langsung cari masjid buat shalat subuh. Ternyata bis kalo sepagi itu belum ada, adanya pete-pete, mobil sejenis kijang avanza dll. Setelah tawar menawar dan harga deal, kita bakalan dianter sampe ke Tanjung Bira dengan ongkos perorang Rp. 50.000.Perjalanan Malangkeri-Tanjung Bira itu kurang lebih 6 jam. Selama di perjalanan kita akan disuguhkan pemandangan yang bener-bener keren. Sawah yang udah mirip kek savaca ditambah kambing dan kerbau, tambak garam yang berdekatan langsung dengan laut, ah pokoknya pemandangannya keren banget, di Jakarta mana ada. sekitar jan 12 atau setengah satu kita sampe di Pulau Bira, yeeeaaahhhh welcome beach. Cari-cari penginapan dan akhirnya kita dapet penginapan yang cukup terjangkau ditambah pemiliknya yang super baik. Pulau Bira itu keren banget, you can imagine, the island with the whitest and finest sand in the world, putiiihhhhhh banget haluusssss banget, it's like flour. Istirahat sambil tiduran bentar karena kita udah janjian sama tukang kapal mau ke Pulau Liukang dan Pulau Kambing sembari snorkeling, jam 3 kita berangkat. Makanan yang dipesen buat makan siang di pemilik penginapan pun kita bawa ke kapal.
Welcome Bira, dan pembuatan perahu pinisi

Bira Island


Destinasi kita adalah Pulau Kambing. You know why they're called this island as Pulau Kambing? Yap, karena emang dipulau ini banyak kambingnya. Gak ada penghuni lain dipulau ini selain para kambing-kambing yang sengaja dibawa dari daratan oleh para nelayan. Spot untuk snorkeling disini juga cukup bagus, wah keren deh pokoknya. Spot snorkeling selanjutnya adalah Pulau Liukang Loe, pulau ini berpenduduk loh. Ada sekolah, tempat makan, penginapan dan yg pasti rumah-rumah penduduk. Spot snorkeling disini lebih bagus dibanding Pulau Kambing. Lebih keliatan ikan-ikannya walopun gak begitu banyak. Sayang kita kesorean jadi gak agak diburu-buru waktu gitu deh. But so far, we enjoyed it :) Walaupun sangat disayangkan sekali gak ada dkumentasi disini, memori card yang dikamera gak kebaca. Ah yasudahlah, yang pasti semuanya sudah terekam jelas dipikiran, dimata, dan dihati. tttsssaaaahhhhhhh
On the island with the whites and finest sand in the world

Kembali ke penginapan, mandi bersih bersih lalu kemudian bermalasan diatas kasur. Mikir keras gimana caranya besok bikin alibi ke kantor karena cuti cuman nyampe hari senin doang. Akhirnya kita sepakat pakai alasan "ketinggalan pesawat karena salah liat jam" hahaha secara WIB ama WITA kan emang beda sejam. Makan malam tiba, kita berempat bergegas ke warung pinggir pantai tempat kita makan malem. Menunya ikan bakar, udang saus tiram ditambah sayur pecay. Berasa dimasakin sama orang rumah jadinya. Ngobrol ampe puas sambil nikmatin malem terakhir, nikmatin semilir angin pantai, nikmatin deru ombak. Dan, terimakasih Allah atas kesempatan kali in, atas kesempatan menginjakan kaki di Pulau ini, merasakan dan menikmati segala keindahannya. Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Keesokan paginya setelah sarapan  popmie (kepaksa) kita balik ke Makassar, sekitar jam sembilan pagi kita berangkat. See you next time Bira, terimakasih untuk kelembutannya :)
Perjalanan Bira-Makassar berasa lamaaaaaa sekali. Mampir sebentar makan coto makassar yang gatau itu rasanya begimana, flat. Jam tiga sore kita nyampe di terminal Malangkeri dan gue disekap sama si supir karena belom bayar ongkos sementara temen-temen yang lain dengan wolesnya jalan duluan ninggalin gue (miris). Dan di terminal pula kita berpisah sama A Benny, soalnya dia masih ada sehari lagi di Makassar sementara Aku, Ijal dan Nurul harus cepe-cepet ke bandara ngejar pesawat jam tujuh malem nanti. Mampir dulu beli oleh-oleh buat temen dan keluarga. Nyempetin ketemu temennya Ijal yang di Makassar dan berhasil masuk museum Fort Rotterdam untk pertama kalinya hahaha. Juga ketemu temen dan kaka kelas se-almamater waktu sekolah. Dasar budak STM jarambah nyebar dimana-mana ada aja :D
Dan, waktunya tubbie berpisaahhhhhh, berasa sedih deh sebenernya. Makassar dengan segala kekerasan dan kelembutannya, semoga nanti bisa kesana lagi aamiin.

sama temen baru di dalem benteng fort rotterdam

ujung kiri pake batik Kang Sodikin, kakak kelas. ujung kanan Yoga temen seangkatan



kelakuan muke jebag, on the plane



Jam 7waktu setempat pesawat mulai take off. Dan, dasar anak-anak gila semua kaliya didalem pesawat berasa didalem kereta ekonomi ahahahha. Yang paling penting adalah, adanya mugara ganteng yang bikin gue ama Nurul kek orang baru liat cowok ganteng hahaha. Sekitar jam sembilan malem waktu Jakarta akhirnya kita kembali ke perantauan (hometown kan di parahyangan). And finally, we must to finish our trip. Balik ke kosan masing-masing, dan sampai jumpa di Diyana On Vacation selanjutnya :)


Jumat, 05 April 2013

cerita lama, mungkin sampai sekarang



aku butuh kamu
 on Monday, January 30, 2012 at 10:27pm

aku butuh kamu seperti nasi butuh ikan, cuka beras dan sayuran untuk menjadikanya sushi
aku butuh kamu seperti nasi butuh asin, lalaban dan sambel untuk menjadikanya timbel
aku butuh kamu seperti cumi butuh cuka, saus tomat dan gula untuk menjadikanya cumi asam manis
aku butuh kamu seperti daging butuh tapioka, aci dan mie untuk menjadikannya mie baso

aku butuh kamu seperti raga butuh jiwa, udara dan cinta untuk menjadikannya manusia
 
 tapi kau tak butuh apa-apa untuk menjadikanku shakespeare atau casanova dan gila

Kamis, 04 April 2013

trip2, jogjes :D

Welcome to diyana on vacation :D

Harusnya postingan ini dirilis bulan februari kemaren, tapi gatau kenapa tetiba nyangkut di draft doang. It doesn't matter, there's no too late to publish this post kok ya :D

Udah dari jaman kapan taun pengen banget berkunjung ke kota gudeg, tapi apa daya belum sempet-sempet. Berawal dari ajakan iseng ke temen sampe akhirnya dijadiin janji sama seorang temen, trip ke Jogja ibarat jadi hutang hhi.
Akhirnya bulan ini bisa kesampean juga buat trip jogjes, tepatnya duel trip.Berhubung kita cuman berdua aja jadi ini kita sebut aja duel trip hahaha. Pesen tiket dari sebulan yang lalu, berburu tiket ekonomi alhasil engga dapet padahal udah sampe ribut ama calo di st.senen. Rencana awal sih pegi bertiga sama ijal, kongkalingkong berembug mau berangkat pake apa karena tiket kereta udah abis. kepikiran buat pake bis aja tapi setelah dipikir-pikir lagi harga bis dengan harga kereta bisnis gak jauh beda. Dan diputuskan berangkat pake kereta bisnis dan pulang dapet kereta ekonomi.
Well, Jogja we'll be there.. .
Count down hari ke hari udah gak sabar aja pengen cepet-cepet liburan kesana. Ijal gak jadi ikut ternyata karena kebetulan lagi UAS. Akhirnya ini bener-bener jadi duel trip antara aku dan Ayu.

Jumat malem berangkat pake kereta senja utama tujuan ke solo jam 20.30, sengaja ngambil jam berangkat malem biar bisa santai. Jam 20.30 tepat kereta berangkat, bismillah Jogja we're coming :)
Seperti layaknya para perempuan yang lainnya, ketika melakukan perjalanan bersama seorang temen perempuan juga, pasti banyak hal yang diceritain, begitu pulak dengan aku dan Ayu. Dari masalah kerjaan, kuliah, naik gunung, sampe masalah cemceman diceritain haha. Ngobrol, nyemil lalu tidur. Sekitar jam set6 kereta sampai di stasiun Yogyakarta. Yeaaahhhh finally jogjes im here :D
ini beberapa penampakan waktu pertama kali sampe di jogja

masih di kereta, langit pagi jogja :)

finaly arrived, sugeng rawuh jogja :)



 stasiun jogjakarta




Gak sempet cuci muka apalagi gosok gigi, langsung sarapan makan roti dicampur jigong hahaha. Bingung mau kemana akhirnya nunguin temennya ayu di angkringan sambil ngopi dan sarapan. temen yang ditunggu gak dateng-dateng akhirnya aku sama Ayu memutuskan untuk langsung caw menuju Magelang, next destination ke Borobudur. Naik Trans Jogja, kalo di Jakarta mah busway. Ongkosnya RP.3000, berasa orang ndeso katro gamau diem segala diliat, maklum pertama kali. Walopun jalurnya rada njelimet karna muter-muter, tapi beruntung banget soalnya semua jalanan Jogja kelewatin. Tapi yang aku inget cuman jalan Malioboro aja hha, gasempet ambil gambar tapi yaudasih gapapalah ya.
Perjalanan naik Trans Jogja menuju terminal Jombor kurang lebih 1jam setengah. Nyampe terminal Jombor langsung naik bis ke Borobudur. Ongkosnya RP.15.000, perjalanan sekitar 1jam setengah juga. Sepanjang perjalanan yang dilihat itu pemandangan alam, sawah, kebun pokonya gak kek jalanan di jakarta deh.

Sekitar jam 11 atau set12 (tepatnya lupa) kita udah sampe di terminal Borobudur. Menurut mang becak katanya kalo jalan kaki sampe borobudur jaraknya 15km, jadi kita naik becak deh RP.10.000. Tapi ternyata gak nyampe 10menit udah nyampe dong, ohmeennn kita tertipu oleh tukang becak, gak rido pft.
Tiket masuk Borobudur RP.30.000, plus dilarang bawa makanan apapun aazzzzzzz
ini beberapa penampakan yang diambil dari borobudur temple

welcome borobudur temple, bisa bedain lah yang mana kaki aku yang mana kaki ayu :D

gak sengaja liat beginian, lagi berdoa itu rupanya

heboh foto2 berdua, tetep ngeksis

what a cute baby girl

  
Setelah puas explore candi borobudur, waktunya buat istirahat. Kebetulan di Jogja punya beberapa temen, lumayan pengiritan buat numpang tidur. ahahahhaha
Malemnya ketemu sama temen-temen dari @infogunung, ngopi-ngopi dan ngobrol dilanjut jalan-jalan malem ke sekitaran alun-alun kidul dan alun-alun utara.
kopi joss

malem mingguan di alun-alun kidul

di keraton, sama patung abdi dalem

Besoknya sempetin dulu ke Malioboro buat beli oleh-oleh, lanjut kunjungan ke keraton. Berasa di uber-uber waktu banget soalnya ngejar kereta sore. Sambil hujan2an pulak akhirnya nyampe di Stasiun lempuyangan. Aaaahhhhhh waktunya berpisahh. Terimakasih Jogja untuk 2hari ini.. meskipun gak cukup puas yang pasti hati seneng. Mudah-mudahan lain waktu bisa kesini lagi

Sampai ketemu di cerita diyana on vacation selanjutnya :)




Senin, 04 Maret 2013

to my beloved brother and sister, you're blessed :)

Apa? Nikah muda?
Apa yang pertama kalian fikirkan tentang nikah muda? Disuruh nikah muda, ingin nikah muda atau segala sesuatu yang berhubungan dengan itu?
Secara pribadi sempet kepikiran sih soal itu. Nikah muda, punya suami, anak, hidup bareng membangun rumah tangga di usia yang masih terbilang muda. Seru aja kali yak pas udah punya anak kitanya juga gak terlalu tua-tua amat hhe. Tapi ini cerita bukan tentang aku, tentang  dua orang sahabat aku yang ternyata merealisasikan nikah muda. Awesome :)

Dua sejoli yang menurut aku mereka adalah orang-orang keren, luar biasa, dan menakjubkan hahaha. Dua sejoli yang sama-sama keras kepala, idealis, dan selalu punya patokan tersendiri dalam meraih sesuatu. Dua sejoli yang kurang lebih 6 tahun ini selalu menjadi center diantara para rumput liar. Widi dan Yusran, dua sejoli yang selalu jadi kaleng rombeng dan piring pecah dimana-mana karena gak bisa kalo gak berantem ataupun debat. Melenceng dari rencana mereka yang katanya mau nikah kalo udah sama-sama lulus kuliah.  Akhir tahun kemarin akhirnya memutuskan untuk mengakhiri masa-masa pacaran. Widi bilang sih katanya dia udah ngerasain gimana seneng, sedih, suka, duka nya selama pacaran. Dari mulai seneng mesem-mesem sendiri, perayaan anniversary tiap tanggal jadian, kejutan-kejutan yang dikasih ataupun diterima, bt, kesel, jelous, berantem, baikan, putus, balikan. Jaman alay manggil ayah-buda, umi-uti, mamah-papah sampe jaman normal sekarang dengan panggilan neng-aa. Lima tahun berada diantara mereka, seolah jadi saksi dan tau banget perjalanan mereka (gak semua tau juga sih padahal) . Curhatan-curhatan kesel, marah, seneng, hampir-hampiran diselingkuhin. Mati-matian berusaha buat minta maaf, buat balikan lagi sampe pura-pura sakit udah pernah dilakuin. Kadang aku pribadi suka jadi ikut kesel, marah bahkan ketawa-ketawa sendiri liat tingkah polah mereka.

Widi itu orangnya dewasa banget. Sebagai seorang wanita yang selalu berperasaan, kadang Widi tuh berpikir pola lelaki yang pake logika. Paling dewasa diantara member amitie (aku, pipi, echa, nurul, kiki). Yusran, sosok yang humoris, ambisius, kadang tempramen dan bertanggung jawab. Selalu jadi yang pertama pencetus ide-ide gila diantara para rumput liar. Widi ama Yusran udah emang paling cocok bangetlah.Namanya jodoh, dan alhamdulillah tepatnya kemarin tanggal 3maret 2013, Allah meridhoi dan mempersatukan mereka sebagai suami istri dalam ikatan suci pernikahan. Barakallah.. .

Ada beberapa penampakan gambar mereka nih dari masa ke masa, hehe

jaman alay, ini keknya

dari gunung belok ke pantai, tukang ulin sih

waktu wisuda, sama prewed

puncak para dewa pun jadi saksi perjalanan mereka

Lima tahun berlalu, melewati tanggal 25 demi tanggal 25 dengan status sebagai pacar akhirnya ganti status juga jadi suami istri di tanggal 3 maret 2013. I am realy proud of you guys. Selamat yaa, semoga menjadi keluarga sakinnah mawaddah warrahmah aamiin. Karena kisah cinta romantis itu bukan tentang Romeo dan Juliet, tapi tentang kalian yang hidup bersama sampai kakek-nenek :)

 


*penganten paling cengos dan terLIAR, you're blessed :)

Jumat, 11 Januari 2013

First Trip 2013, Lampung Kalianda



Haloo bloger, ini adalah postingan pertama aku diawal tahun 2013. Selamat tahun baru yaa, semoga tercapai segala cita dan cinta kalian semua :) (gapapa telat juga)
Tahun ini tema-nya "vacation". Pokoknya apapun yang terjadi aku harus bisa vacation, jalan-jalan, ngetrip, tamasya hutan gunung sawah lautan dll deh. Gak tau waktunya gimana dan gak tau uangnya gimana yang penting niat :D
Alhamdulillah niat aku itu dikasih jalan buat trip pertama di awal tahun ini. Meskipun tanpa direncanakan sama sekali. Hari sabtu kemarin tepatnya pulang kerja tiba-tiba temen kantor ngajakin ke pantai, katanya lagi mumet. Aku sih ayo-ayo aja, namanya orang seneng main kalo diajak main ya pasti ayo. Dan ternyata itu tuh bukan sekedar wacana doang, jam 11 malem aku dijemput ko kosan. Jadi kita ke pantai...............
Kemarin kita jalan berempat, emang sengaja ga woro-woro alias backstreet dari penduduk kantor. Secara nyulik mobil kantor pulak, emang perjalanan gilak. Aku, Fahmi, Arif (Yepong) sama Dafid. Itu semua temen-temen kerja, oia Fahmi itu temen sekamar aku juga. Perempuan loh guys inget ya bukan Fahmi laki-laki.
Dan tujuan kita adalahhhhhhhh, Lampung. Wow banget kan temen2 aku itu ngajakin ga kira2. Baiklah berhubung ini bukan perjalanan pertama  aku sama Fahmi ke lampung, kita ia-kan keinginan dua lelaki itu untuk nyebrang ke pulau tetangga. Beberapa bulan yang lalu sekitar Oktober aku dan Fahmi sempet kesana, gak terlalu banyak memakan biaya sih jadi ya sekarang diajak lagi kesana ga masalah lah. Bedanyya waktu dulu aku ngeteng angkutan alias pake bis dan jalan kaki, nah kalo perjalanan sekarang kita bawa mobil.
Oke lets's go.....ngeeeeng mobilpun melaju memasuki tol menuju merak. Mampir dulu rest area beli minuman sama ngambil duit, dan gak lupa pipis (maklum aku termasuk orang beser). Nyampe pelabuhan merak ajegile itu pelabuhan udah kek mudik aja, penuuuuhhhhh banget. Dijalan ga kena macet eh di pelabuhan kena macet pas ngantri tiket. Dulu aku beli tiket pejalan kaki, tiap orang  RP.11.500,-. nah skarang kan bawa mobil tuh, itungannya ga jauh paling lah yaaa. Dan sempet shok setelah lihat nominal dikarcis masuk untuk mobil gol. IV itu kena biaya RP.204.000. Mukegileeeeeeeeeee, ga nyangka kalo harga untuk nyebrang pake mobil itu harganya segitu (katro bet yak), itu karcis ampe oper sana oper sini, dibolak balik dan akhirnya kita harus menyadari bahwa memang harganya segitu setelah melihat di papan harga -_-. #baiklaahh
                                                                      
Memasuki kawasan pelabuhan untuk antre masuk ke kapal, subhanallah sekali ya pemirsa. Nyampe pelabuhan jam 00.30 am dan baru masuk kapal itu jam 04.30 am. Bayangin dong  4jam kita terdampar didalam mobil sembari kepanasan, macem udah kek ungkeb orang aja nih keluar2 mateng. Akhirnya kapal pun melaju, bismillah.
Masuk kapal parkir mobil lalu naik ke dek kapal bagian atas, duduk di ruang penumpang yang lumayan ga terlalu penuh tapi ga kosong juga. Mual dan ngantuk, Yepong ngajak balik ke mobil buat tidur disana aja. Sementara Fahmi dan Dafid tetep berada diatas sana. Ada kejadian lucu yang diceritain Fahmi sama Dafid, singkat cerita diatas dek kapal sana mereka laper. Kebetulan ada restoria, semacam warung kopi gitulah. Mereka pun memesan popmie 2 dan teh manis 2. Selesai makan Dafid nanya, "berapa bu?" sambil ngeluarin duit disaku dan recehanFnya berceceran. "66rb", jawab si ibu singkat. Jleb, ga jadi narik duit dari kantong celana, brb keluarin dompet kasih duit seratusribu. Kalian bisa bayangin segimana jauh berbeda harga didarat dan dilaut kan ya? 2popmie dan 2gelas teh manis RP.66.000,-. Silakan kalian hitung masing2 harga popmie dan teh manisnya :D
Perjalanan naik kapal ga terlalu lama seperti sebelumnya ternyata, jam 07.00 kapal sudah menepi di pelabuhan Bakau Heni. Gak banyak hal yang kita lakukan dipelabuhan, cuman lewat aja langsung tancap gas menuju kalianda. Mampir dulu di rest area buat sarapan dan bersih2 badan. Pesen nasi uduk dan teh manis, tapi kenapa ibu nya malah ngasih aku kopi item? Teh manis bu teh, bukan kopi item -_-. Selesai sarapan perjalanan dilanjutkan, sampailah kita di Kota Kalianda (ga kota juga sih tapinya). Daerah terdekat dari pelabuhan adalah Kalianda, disana terdapat beberapa tempat yang mengelola pantai menjadi tempat wisata. Secara sepanjang pemukiman itu pantai, jadi banyak yang kelolanya. Tempat yang paling bagus dikelola tuh Kalianda Resort. Dari namanya aja udah resort, terdapat beberapa cottage dan pemeliharaan tempatnya bagus. Berhubung dengan segala keterbatasan biaya karena salah masuk pantai yang cuman dipake foto2 doang akhirnya kita terdampar di EmBe beach, pantai yang juga aku kunjungin beberapa bulan lalu.

 
                                                  
Gak begitu lama kita menghabiskan waktu dipantai. Berenang sebentar dan yang pasti gak lupa buat narsis berfoto ria. Yang ngajak mantai kan si Yepong tapi dia malahan asik dengan alat pancingnya. Kebetulan di situ juga ada semacam aliran sungai tapi lebih mirip dengan rawa yang pinggirnya penuh sama pohon bakau. Kira-kira jam 1pm kita bersiap untuk kembali ke Tangerang. Cukup puas lah liburan sehari doang di pantai setelah bekerja seminggu.
Oia, kita semua itu fans berat duren loh. Kebetulan sepanjang jalan itu banyak banget yang jualan duren. Kitapun menyempatkan waktu untuk beli dan makan duren di salah satu tempat dipinggir jalan. Satu kepala duren di jual antara  RP.15.000-20.000,-. Setelah nego akhirnya dapet 2 kepala dengan harga RP.35.000,-. Lumayan lah, harga segitu kalo diTangerang paling cuman dapet satu doang. Duren pertama yang dibuka mulus banget, banyak pulak isinya. Mantep dah macem duren mentega kalo kata orang mah. Udah bangga dan merasa orang beruntung dapet duren yang mulus dan legit banget. Rencananya duren yang kedua mau di bungkus aja, katanya takut mabok nanti di kapal. Eh emang dasar mulut masih pengen yaudah akhirnya kita mau buka tuh duren kedua. Si penjual pinter banget pake kasih 2 pilihan, duren koreng dan duren mulus. Setelah dipikir akhirnya kita memilih duren yang mulus, tapi setelah dibuka wow zonk. Durennya encer dan rasanya anyep, apes banget dah. Saking penasarannya akhirnya itu si duren yang koreng kita buka juga. Dan wow keliatannya sih menggoda, warnanya kuning mentega tapi setelah dicoba ternyata belum mateng. Mamaaaakkkk ini mah penipuan masa jual duren begini sih. Alhasil kita pun harus bayar itu semua RP.50.000 dengan satu duren sempurna dan 2 duren zonk, sama aja kalo beli di Jakarta harganya segitu2 juga -_-. Akhirnya dengan hati kecewa kita lanjut perjalanan ke pelabuhan.

Sampe di pelabuhan kita ga sempet makan dulu, ngejar kapal soalnya padahal cacing-cacing diperut udah pada demo. Kebayang dong kita cuman sarapan nasi uduk doang tadi pagi dan sampe siang begini kita belum makan lagi (itusih derita lo). Masuk kapal dan ternyata dapet posisi enak banget, dari tempat parkir mobil kita gausah cape-cape buat keatas dek kapal soalnya posisi  mobil udah pas banget ngadep ke laut. Laut jawa, tepatnya di selat sunda. Indah banget lautnya biru.

                                                                                          
Berhubung dari pagi baru makan nasi uduk plus telor doang, dikapal kita cari makan dan nemu nasi rames. Satu bungkus nya itu RP.8.000,-. Dan kalian tau kalo menunya itu telor balado dan mie goreRng yang seiprit banget, ditambah nasinya yang keras macem raskin -_-. Antara sedih dan ketawa aja ngeliat kelakuan kita yang konyol nya engga ada abis. Ya mau gak mau akhirnya itu nasi rames abis juga dmakan, walaupun dengan penuh perjuangan buat nelennya ahahaha.

Makan udah (walo gak kenyang), ketawa-ketawa puas akhirnya ngantuk pun tiba. Tidur di atas mobil sambil ngerasain kapal nya gorang-goyang kanan kiri. Kerasa banget gelombang air lautnya, bikin pusing dan mual. Untung ga mabok laut juga. Nyenyak tidur berasa tidur dikasur, Sekitar jam 5pm bangun dan ternyata kapal sebentar lagi mulai menepi ke dermaga pelabuhan. Gak lupa foto-foto dulu, terakhir deh.

Kapal merapat ke dermaga, seluruh penumpang mulai turun. Keluar dari kapal kita langsung tancap gas keluar area pelabuhan dan langsung masuk ke tol menuju Tangerang. Udah cape, udah ga banyak becanda. Cuman sesekali ketawa aja kalo inget kejadian-kejadian konyol yang udah dialamin. Hening, cuman slide show gambar-gambar di hp yang kita lihat. Mampir sebentar beli minum dan ngambil uang buat bayar tol, soalnya udah gak ada yang pegang uang, langsung lanjut lagi. Alhamdulillah jalanan gak macet, jam 8pm kita udah sampe di Tangerang lagi. Langsung dianter ke kosan. Laper, makan dulu nasi kucingan. Itu adalah makanan tersehat yang kita makan. Ahahaha
Walopun banyak kejadian konyol dan kejadian watir yang kita alamin, tapi kita cukup seneng dan nikmatin banget perjalanannya. Lumayan buat cerita ke anak nanti “eh mama pernah diboongin mamak2 penjual duren ”, atau “eh, mama dulu pernah makan popmie doang di kapal harganya 66ribu”. Dan akhirnya sampe kosan tercinta, bersih2 diri lalu kemudian tidur. Gak lupa update dulu status di twitter, hehe. Sampai jumpa di diyana on vacation selanjutnya :)



Sabtu, 24 November 2012

masih cerita yang sama dan keinginan yang sama :)

Haloo bloger, udah cukup lama juga ga ngepost.
Banyak banget sebetulnya yang pengen di share. Tentang perjalanan beberapa waktu lalu, tentang moodbooster, tentang semuanya pokoknya. Tapi kali ini aku masih pengen nulis tentang semeru, masih semeru lagi gapapa kan ya ?

Sejak baca novelnya bang Donny Dhirgantoro yang judulnya 5 cm, semua hal tentang semeru tuh udah kebayang bayang terus.Awal tahun 2008 kalo gasalah, dapet minjem dari senior ekstrakulikuler di sekolah gw bisa baca tuh buku. Dan wow, super amazing sekali isinya. kata-katanya, petuahnya, semuanya. Cinta, persahabatan, cita-cita, mimpi, dan perjuangan. Ngarep banget suatu saat nanti bisa kesana. Bayangan tentang ranupani, ranukumbolo, arcopodo, savana, levender, kalimati, edelweiss dan puncak mahamerunya udah jelas banget. Dari awal cuman pinjem buku sampe akhirnya beli sendiri saking pengen punya dan karena gapernah bosen bacanya.

Dan, habis lebaran kemarin niatnya mau trip ke semeru. segala udah diplaning, dari persiapan logistik, peralatan, dan tiket berangkat ke malang. tapi amsyongnya wakwaw engga bisa cuti dan okesip rencana trip ke semeru gagal. Lalu kemudian rencananya libur november kmaren mau kencan gitu di ranukumbolo. Dan apesnya cuti ga di acc lagi. Okesip gapapalah ya masih bisa lain waktu. Diwaktu yang baik dengan indah, bakalan bener2 kencan di ranukumbolo, noted!!!